December 6, 2013

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling



Chairil Anwar
13 November 1943

December 5, 2013



"I love when dumb bitches think everything is always about them, 
but i guess if the shoe fits...."

December 4, 2013

Ngenger

Senja berganti keruh, bergulir dibalik jendela bergorden merah jambu
Angin melebur tawa, pelangi pun mulai berangsur kelabu
Petir saling beradu, meninggalkan guratan di langit yang tampak sendu
Saya melarikan diri kedalam rumah, yang jauh dari kata mewah, bersembunyi di balik tumpukan selimut paling bawah...

Sebenarnya mungkin saya tak perlu sembunyi, toh mereka juga tidak ada yang perduli.
Saya mempercepat langkah kaki sambil merinding, meningalkan mereka bergunjing, menghibur diri saya yang terasing...

Tiba-tiba kaki saya terhenti, oleh segerumbulan orang yang saling mencaci,
Mengatas-namakan hati, namun mata mereka saling menatap penuh benci.

Kuping saya sakit, suara maha keras menghantam gendang telinga saya.
Bukan.. bukan suara petir.. bukan pula gonggongan anjing tetangga yang kurang waras itu.
Berulang.. suara itu kembali terdengar nylekit, saya segera membuka mata.
Sibuk mencari asal suara sampai kepala melintir, pandangan saya berhenti di depan pintu.

Sambil berjinkat saya dekati pintu tersebut, perlahan-lahan saya ketok dengan lembut.
Satu kali tidak ada suara...
Dua kali tidak ada suara...
Tiga kali tidak ada suara...
Aaaaggghh nekat sajalah, sudah kepalang basah.
Saya putar kenopnya perlahan, setengah mengintip saya melihat wanita bertubuh buncit.
Bau busuk dari dalam langsung menyeruak keluar, saya mual, ingin muntah.
Mereka sedang berpesta pora, tanpa memperhatikan kehadiran saya, melintasi ruangan dengan kaki berjinjit.

Sosok hitam, kecil begini mana mungkin menarik perhatian meraka yang suka dengan segala sesuatu yang serba bersinar... Ngaco!

Pikiran saya kembali menarik diri kedalam tumpukan selimut..
Gaungan suara itu kembali terlintas, putus sudah urat malu..
Tapi saya terbiasa mengabaikan suara yang berasal dari mulut berbau kentut.
"emang dunia ini punya bapak lu?" Pikir saya pilu...

Mulai sekarang saya tak akan lagi bersembunyi di balik selimut,
Meringkuk memeluk bantal butut..
Saya sadar mereka akan tetap berdiri disitu, di setiap pojok-pojok jalan,
Di setiap persimpangan, bahkan di setiap selokan.. 
Pilihan ada ditanggan saya, bukan mereka.
Mata saya memang tidak buta untuk selalu melihat kehadiran mereka.
Walau lidah saya kelu, tubuh penuh dengan peluh.. SAYA TIDAK AKAN MENGELUH!!





Yang sedang merindukan rumah,

 RistiaPrasetyo

November 20, 2013


Talk To Myself (In The Mirror)

"Letting go doesn't mean that you don't care about someone anymore.
 It's just realizing that the only person you really have control over is yourself.” 



Kadang kita mengejar hal-hal  yang tidak pasti.
Kadang orang-orang disekitar kita mengatakan untuk menyerah.
Kadang sesuatu yang baik tidak datang pada waktu yang tepat. 
Kadang kita menyesali kesalahan-kesalahan lalu. 
Kadang kita merasa bahwa hidup ini tidak adil, dan orang lain mungkin lebih beruntung dari pada kita.

Tapi.....
Apa yang sebenarnya gue cari?? mungkin jawabannya banyak atau malah tidak ada jawaban sama sekali.. 

Beberapa hari yang lalu gue berbincang dengan seorang sahabat tentang "Apa sih target kita dalam hidup kita?" gue sadar semua orang pasti punya standar yang berbeda untuk mengukur target dalam hidupnya. ada yang ingin punya usaha sendiri sampai jadi milyarder, ada pula yang puas dengan rumah sederhana, hidup sederhana bersama keluarganya..
Sebenarnya setiap orang  bebas untuk memilih mau jadi apa dan harus bagaimana menjalaninya. yang jadi masalah adalah disaat kita menjalani target yang dibuat oleh orang lain, dengan peraturan dan standar- standar yang dibuat oleh orang lain.

me  : lo mau kaya gini terus? nurutin kemauan orang lain yang kadang ga sesuai sama hati lo
him : ya engga juga, at lease gue masih punya mimpi dan target pribadi gue sendiri
me  : apa tuh?
him : gue cuma pengen nunjukin ke mereka kalau gue bisa dan gue mampu.. gue yakin suatu
         saat nanti gue bakal berdiri satu level bareng mereka
me  : lo yakin itu sebanding sama pengorbanan lo?

Waktu itu dia hanya diam, sampai beberapa hari yang lalu kita ketemu lagi dan dia bilang sempet mikirin omongan gue. dan dia akhirnya bilang "ge, i was thinking 'bout what you said and finally i realize that isn't worth it."    

Hari ini giliran gue yang mikir. apakah segala usaha yang gue lakukan selama ini worth it atau tidak. apa gue harus selamanya perduli dengan omongan orang lain yang belum tentu mengerti dengan kehidupan kita. gue merenung melihat bayangan gue didepan kaca, apa yang kurang dan apa yang perlu diperbaiki. satu hal yang gue dapet, bahwa ga selamanya omongan orang lain terhadap kita itu baik, ada saatnya kita harus merenung, berdoa, berbicara pada Sang Pemilik Hidup, mengabaikan suara-suara disekitar kita dan melanjutkan perjalanan kita... Perjalanan yang kita yakini...



"You must make a decision that you are going to move on. It wont happen automatically. You will have to rise up and say, ‘I don’t care how hard this is, I don’t care how disappointed I am, I’m not going to let this get the best of me. I’m moving on with my life.”

October 25, 2013

PIG and COW MARRIAGE


"I adore the concept of being in love with one guy and spending the rest of my life with him..."
― Dedicated to my dearest RYP



Untuk Imam dalam hidupku,
Untuk sahabat terbaikku,
Untuk kakak pelindungku,
Untuk pendengar paling setiaku,
Untuk suami terhebatku,
Untuk musuh terbesar sekaligus "partner in crime",
 Thank you for surround me with your love even in my bad time :)


RistiaPrasetyo